MAKALAH PERANG DUNIA II
PERANG
DUNIA II
(1939-1945)
DISUSUN
OLEH
RIZKI
NUR SA’DIYAH
(26)
X
IIS 1
MADRASAH
ALIYAH NEGERI LAMONGAN
2014/2015
LEMBAR PERSETUJUAN
LEMBAR PERSETUJUAN
KATA
PENGANTAR
Pertama-tama Saya ingin mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang
Maha Esa yang telah memberkati Saya sehingga makalah ini dapat diselesaikan.
Saya juga ingin mengucapkan terima kasih bagi seluruh pihak yang telah membantu
Saya dalam pembuatan makalah ini dan berbagai sumber yang telah Saya pakai
sebagai data dan fakta pada karya tulis ini.
Saya mengakui bahwa Saya adalah manusia yang mempunyai keterbatasan dalam
berbagai hal. Oleh karena itu tidak ada hal yang dapat diselesaikan dengan
kemampuan yang Saya miliki. Dimana Saya juga memiliki keterbatasan kemampuan.
Maka dari itu seperti yang telah dijelaskan bahwa Saya memiliki keterbatasan
dan juga kekurangan, Saya bersedia menerima kritik dan saran dari pembaca yang
budiman. Saya akan menerima semua kritik dan saran tersebut sebagai batu
loncatan yang dapat memperbaiki karya tulis Saya di masa datang. Sehingga
semoga makalah berikutnya dan makalah lain dapat diselesaikan dengan hasil yang
lebih baik..
Dengan menyelesaikan makalah
ini Saya mengharapkan banyak manfaat yang dapat dipetik dan diambil dari karya
ini.
Penulis
Rizki Nur Sa’diyah
DAFTAR
ISI
HALAMAN JUDUL.........................................................................................i
HALAMAN PERSETUJUAN..........................................................................ii
KATA PENGANTAR......................................................................................iii
DAFTAR
ISI....................................................................................................iv
BAB I : PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang.............................................................................................1
B. Rumusan Masalah..........................................................................................2
C. Tujuan Penelitian............................................................................................2
D. Manfaat Peneletian.........................................................................................2
BAB II : PEMBAHASAN
A. Kondisi Politik Dan Ekonomi Dunia Pra Perang
Dunia II.................................3
B. Faktor
Penyebab Terjadinya Perang Dunia II..................................................4
C. Proses Terjadinya Perang Dunia II ......................................................5
D. Pengaruh Perang Dunia II Bagi Indonesia ............................................9
E. Dampak Perang Dunia II Bagi Dunia...............................................................11
BAB III : PENUTUP
A. KESIMPULAN.............................................................................................13
B. SARAN.........................................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................
14
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Secara
spesifik dan wilayah filosofis, perang merupakan turunan sifat dasar manusia
yang tetap sampai sekarang memelihara dominasi dan persaingan sebagai sarana
memperkuat eksistensi diri dengan cara menundukkan kehendak pihak yang
dimusuhi. Dengan mulai secara psikologis dan fisik, dengan melibatkan diri
sendiri dan orang lain, baik secara kelompok atau bukan. Perang dapat
mengakibatkan kesedihan dan kemiskinan yang berkepanjangan, dan juga dapat
menimbulkan banyak pengaruh terhadap kelompok yang dimusuhi atau kelompok yang
berada disekitarnya. Pengaruh tersebut dapat berbentuk pengaruh positif bahkan
pengaruh negatif, tergantung pada sudut pandang orang yang melihatnya. Perstiwa
Perang yang berpengaruh besar terhadap banyak manusia, terjadi pada masa lalu,
dan hanya terjadi satu kali saja dapat disebut sebagai sejarah.
Sebagai contoh Perang Dunia II,
perang dunia II merupakan sebuah perang global yang berlangsung mulai tahun
1939 sampai 1945. Perang ini melibatkan banyak sekali negara di dunia termasuk semua kekuatan
besar yang pada akhirnya membentuk dua aliansi militer
yang saling bertentangan yaitu Sekutu
dan Poros.
Perang ini merupakan perang terluas dalam sejarah yang melibatkan lebih dari 100
juta orang di berbagai pasukan militer.
Dalam keadaan "perang total", negara-negara
besar memaksimalkan seluruh kemampuan ekonomi, industri, dan ilmiahnya untuk
keperluan perang, sehingga menghapus perbedaan antara sumber daya sipil dan
militer.
Ditandai
oleh sejumlah peristiwa penting yang melibatkan kematian massal warga sipil,
termasuk Holocaust dan pemakaian senjata
nuklir dalam peperangan, perang ini memakan korban jiwa
sebanyak 50 juta sampai
70 juta jiwa. Jumlah kematian ini menjadikan Perang
Dunia II konflik
paling mematikan sepanjang sejarah
umat manusia. Pada umumnya negara-negara yang terlibat perang
mengalami kehancuran ekonomi. Untuk itu mereka berusaha bangkit dengan cara
yang diktator dan mengembangkan paham ultranasionalisme. Dari paham
ultranasionalisme tersebut lahir negara-negara fasis. Negara-negara fasis yang
muncul yaitu Jerman, Italia, dan Jepang.
Berdasarkan
latar belakang masalah tersebut, maka penulis membuat penelitian dan penulisan
sejarah yang berjudul “PERANG DUNIA II (1939-1945)”
1.2
Rumusan Masalah
1) Bagaimana
kondisi politik dan ekonomi dunia sebelum terjadinya Perang Dunia II?
2) Apa
yang menjadi sebab terjadinya Perang Dunia II?
3) Bagaimana
proses terjadinya Perang Dunia II?
4) Bagaimana
akibat dari Perang Dunia II?
5) Bagaimana
akibat dari Perang Dunia II bagi Indonesia?
1.3
Tujuan Penelitian
1) Untuk
mengetahui kondisi politik dan ekonomi dunia sebelum terjadinya Perang Dunia II
2) Untuk
mengetahui latar belakang terjadinya Perang Dunia II.
3) Untuk
mengetahui proses terjadinya Perang Dunia II
4) Untuk
mengetahui akibat dari Perang Dunia II
5) Untuk
mengetahui akibat dari Perang Dunia II bagi Indonesia
1.4
Manfaat Penelitian
Manfaat
yang bisa diambil dari hasil penelitian ini, yaitu bagi pembaca agar mengetahui
sejarah tentang Perang Dunia II, jalannya peristiwa tersebut secara kronologis
dan dapat mengetahui dampaknya bagi dunia dan Negara Indonesia, sehingga rasa
nasionalisme pun semakin kuat. dan agar pembaca dapat mengambil pelajaran agar
membudayakan kedamaian/
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 KONDISI POLITIK DAN EKONOMI
DUNIA PRA PERANG DUNIA II
Keadaan
politik internasional menjelang Perang Dunia II menyerupai keadaan tahun 1906-1914 sebelum Perang Dunia I. Ada yang
menyatakan bahwa Perang Dunia II merupakan lanjutan Perang Dunia I. Perang
Dunia I merupakan balas dendam Perancis terhadap Jerman karena dipermalukan
dalam kekalahannya ketika kalah perang tahun 1870-1871. Selain itu dalam
masalah industri, Jerman juga bersaing dengan Inggris. Dengan
persaingan-persaingan itu maka terbentuklah persekutuan militer (aliansi). Ada
dua persekutuan, yakni Triple Alliantie yang kemudian dikenal dengan
“Blok Sentral” yang terdiri atas Jerman, Austria dan Italia. SedangkanTriple
Entente yang kemudian disebut “Blok Sekutu” yang terdiri atas Perancis,
Inggris, Rusia dan lain-lain. Pada tanggal 1 Agustus 1914 Jerman mengumumkan
perang kepada Rusia dan disusul Perancis mengumumkan perang kepada Jerman
tanggal 3 Agustus 1914. Kemudian tanggal 4 Agustus, Inggris mengumumkan perang
kepada Jerman.
Selanjutnya
berkecamuklah perang yang hampir melibatkan seluruh dunia dikenal dengan Perang
Dunia I. Perang ini berakhir dengan kekalahan Jerman yang menyerah pada tanggal
11 November 1918. Sebagai pihak yang kalah, Jerman harus membayar ganti rugi
kepada Sekutu dengan dikuatkan dalam Perjanjian Versailles pada tahun
1919. Kekalahan Jerman dengan telak ini memberi kesempatan kepada Adolf Hitler
membangkitkan bangsanya untuk melakukan balas dendam kepada Perancis. Adolf
Hitler mengembangkan fasisme dan kemudian memulai Perang Dunia II
dengan menyerbu Polandia di kota Danzig pada tanggal 1 September 1939.
Peristiwa itulah yang menjadi sebab langsung terjadinya Perang Dunia II.
2.2 FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA
PERANG DUNIA II
Perang Dunia II terjadi pada tahun 1939-1945, sebagai lanjutan dari
Perang Dunia I. Perang ini jauh lebih mengerikan dibandingkan dengan Perang
Dunia I. Perang Dunia II wilayahnya jauh lebih luas, hampir semua negara
terlibat dalam perang besar ini. Meletusnya Perang Dunia II dilatarbelakangi
oleh beberapa hal yang dapat digolongkan menjadi dua, yaitu sebab-sebab umum
dan sebab-sebab khusus.
Sebab-sebab
Terjadinya Perang Dunia II terbagi menjadi dua yaitu sebab umum dan sebab
khusus. Penyebab umum terjadinya Perang Dunia II sebagai berikut :
a)
Kegagalan Liga Bangsa-Bangsa (LBB)
dalam menciptakan perdamaian dunia.LBB bukan lagi alat untuk mencapai tujuan,
tetapi menjadi alat politik Negara-negara besar untuk mencari keuntungan. LBB
tidak dapat berbuat apa-apa ketika negara-negara besar berbuat semaunya,
misalnya pada tahun 1935 Italia melakukan serangan terhadap Ethiopia.
b)
Negara - negara maju saling berlomba
memperkuat militer dan persenjataannya.Dengan kegagalan LBB tersebut, dunia
Barat terutama Jerman dan Italiamencurigai komunisme Rusia, tetapi kemudian
Rusia mencurigai fasisme Italia dan nasional-sosialis Jerman. Oleh karena
saling mencurigai akhirnya Negara-negara tersebut memperkuat militer dan
pesenjataannya.
c)
Adanya politik aliansi (mencari
kawan persekutuan).Kekhawatiran akan adanya perang besar, maka negara-negara
mencari kawandan muncullah dua blok besar yakni:1. Blok
Fasis terdiri atas Jerman, Italia, dan Jepang 2. Blok
Sekutu terdiri atas: a) Blok demokrasi yaitu Perancis, Inggris,
Amerika Serikat, dan Belanda. b) Blok komunis yaitu Rusia,Polandia,
Hongaria, Bulgaria, Yugoslavia,Rumania, dan Cekoslovakia.
d)
Adanya pertentangan-pertentangan
akibat ekspensi. Jerman mengumumkan “Lebensraum”nya (Jerman Raya) yang
meliputi Eropa Tengah dan Italia menginginkan Italia Irredenta (Italia Raya)
yang meliputi seluruh laut Tengah dan Abbesinea, serta Jepang mengumumkan
Kemakmuran Bersama di Asia Timur Raya. Ini berarti merupakan tanntangan
terhadap imperialisme Inggris, Perancis, dan Amerika Serikat
e)
Adanya pertentangan faham demokrasi,
fasisme dan komunisme.
f)
Adanya politik balas dendam
“Revanche Idea” Jerman merasa dihina dengan Perjanjian Versailles.
Sedangkan sebab khusus terjadinya Perang Dunia II
adalah serbuan Jerman ke Kota Danzig, Polandia pada tanggal 1 September 1939.
Polandia merupakan negara di bawah pengawasan Liga Bangsa-Bangsa. Hitler
menuntut Danzig karena penduduknya adalah bangsa Jerman, tetapi Polandia
menolak tuntutan itu. Pada tanggal 3 September 1939 negara-negara pendukung LBB
terutama Inggris dan Perancis mengumumkan perang kepada Jerman, kemudian
diikuti sekutu-sekutunya ketika di Pearl Harbour, Hawai (7 Desember 1941).
2.3 PROSES TERJADINYA
PERANG DUNIA II
Berdasarkan
wilayahnya Perang Dunia II terbagi dalam tiga medan tempur yaitu medan Eropa,
medan Afrika Utara, dan medan Asia pasifik dimana pada tahap awal hampir di
setiap medan tempur Jerman memperoleh kemenangan. Adapun pihak-pihak yang
berperang di beberapa medan peperangan dalam Perang Dunia II adalah sebagai
berikut
Medan Eropa
Pada awal perang dunia kedua Jerman dengan melancarkan serangan
kilat (Blitzkrieg) berhasil memenangkan pertempuran di semua medan tempur
eropa,medan tempur tersebut antara lain :
·
Penyerbuan Jerman ke Polandia dan Finlandia : Jerman menyerbu Polandia pada tanggal 1 September 1939.
Dalam tempo singkat, sebagian besar daerah Polandia berhasil dikuasai.
·
Penyerbuan Jerman ke Norwegia dan Denmark : Pada tanggal 9
April 1940, Jerman melancarkan serangan laut dan udara ke wilayah Norwegia.
Dalam waktu singkat, pasukan Jerman telah berhasil menduduki Oslo, Bergen,
Trondheim, Stavagar, dan Narvik. Pasukan Norwegia yang dibantu Inggris dan
Perancis sempat memberikan perlawanan yang sengit. Akan tetapi pada tanggal 30
April 1940, Norwegia terpaksa menyerah kepada Jerman Sementara itu, dalam waktu
yang sama, pasukan Jerman juga menyerbu Denmark. Dengan mudah Jerman
menaklukkan Denmark.
·
Jatuhnya Belanda, Belgia, dan Prancis : Tanpa
pengumuman apa pun, pasukan Jerman melancarkan serangan kilat (Blitzkrieg) ke
Belanda, Belgia, dan Luxemburg pada tanggal 10 Mei 1940. Ratu Wilhelmina dari Belanda melarikan diri ke London. Sedangkan Raja Leopold III memerintahkan Belgia
menyerah kepada Jerman pada tanggal 26 Mei 1940. Pada awal Juni 1940, pasukan
Jerman yang telah menduduki Luxemburg bersiap-siap menyerbu Prancis melalui
kota Sedan. Setelah terjadi pertempuran sengit di kota Verdum pada tanggal 15
Juni 1940, kemerdekaan Perancis tidak dapat dipertahankan lagi. ( Kemudian, Jenderal Petain membentuk pemerintahan Prancis yang tunduk kepada
Jerman di Kota Vichy. Pasukan Perancis yang tetap setia kepada Perancis, di
bawah pimpinan Jenderal Charles de
Gaulle, melakukan perlawanan dengan mendirikan pemerintahan pengasingan di
London.)
·
Pertempuran Jerman–Inggris
: Jatuhnya Perancis menyebabkan
perhatian Jerman dialihkan ke Inggris. Dengan mengerahkan angkatan laut dan
angkatan udaranya, Jerman menyerang Inggris.Hal ini membuat Inggris
menandatangai kerjasama pertahanan dengan Amerika Serikat tanggal 2 September
1940. Dengan bantuan Amerika Serikat ini, pasukan Inggris bangkit melawan dan
dapat mengimbangi kekuatan tempur Jerman. Hal ini membuat frustrasi angkatan
udara Hitler. Oleh sebab itu, Jerman menjalin kerja sama yang melibatkan poros
Roma - Berlin - Tokyo dengan ditandatanganinya kerja sama militer antara
Jerman, Italia, dan Jepang pada tanggal 27 September 1940. Tetapi dengan mengalirnya uang, senjata, dan bahan
makanan; bahkan kesepakatan untuk menstandardisasi persenjataan mereka, Inggris
dapat bertahan dari serangan Jerman yang siang malam terus menerus
menggempurnya.
·
Perang Jerman–Rusia : Tanpa
menghiraukan perjanjian nonagresi, Jerman menyerbu Rusia pada tanggal 22 Juni
1941. Dalam serangan kilat ini, Jerman dapat memukul pasukan Rusia sehingga
mundur jauh ke timur. Rusia yang mundur ke timur kemudian meminta bantuan dari
Inggris dan Amerika Serikat. Sehingga pada tanggal 1 Oktober 1941, Rusia,
Inggris, dan Amerika Serikat menandatangani Protokol Moskow. ( Isi
perjanjian itu adalah bahwa Inggris dan Amerika Serikat akan memberi bantuan
kebutuhan- kebutuhan pokok kepada Rusia selama 9 bulan. Selain itu, Amerika
akan memberikan kredit dalam rangka Lend and Lease Bill sebesar $ 1 Miliar.)
Dengan bantuan Sekutu dan taktik bumi hangus, Rusia berhasil menahan laju
pasukan Jerman.
Perang di Afrika (1940 – 1943)
Peperangan di Afrika dan Laut Tengah pecah sejak Italia menyatakan
perang terhadap Perancis dan Inggris pada tanggal 10 Juni 1940. Italia tidak
hanya menyerang Perancis Selatan. Italia juga menghantam pasukan Perancis dan
Inggris di Afrika Utara dan Afrika Timur. Akan tetapi, pasukan Italia dapat
dipukul oleh pasukan Perancis dan Inggris yang dipimpin Jenderal de Gaulle dan
Jenderal Montgomery. Peristiwa itu terjadi di Bardia pada tanggal 5 Januari
1941. Melihat pasukan Italia yang tidak berdaya itu, Jenderal Erwin Rommel dari
Jerman segera turun tangan memimpin pasukannya menyerbu Libya. Jenderal Rommel
dengan mudah mengalahkan pasukan Inggris di Bardia dan Sollum. Montgomery terpaksa
mundur sampai ke perbatasan Mesir di kota Tobruk pada tanggal 20 April 1941.
Bahkan pada bulan Juni 1941, pasukan Rommel telah merebut kota El Alamein yang
terletak 70 mil jauhnya dari Alexandria. Dengan demikian, medan perang Afrika
Utara sepenuhnya telah ia kuasai.
Pertempuran
di Asia-Pasifik
Jepang membuka Perang Pasifik dengan melancarkan serangan mendadak
ke Pearl Harbour pada tanggal 7 Desember 1941. Pearl Harbour adalah Pangkalan Armada Amerika Serikat di Pasifik. Serangan ini menyebabkan Amerika
Serikat tidak lagi mempertahankan sikap netralnya dalam Perang Dunia II.
Beberapa jam setelah kejadian itu, pada tanggal 8 Desember 1941, Amerika
Serikat menyatakan perang terhadap Jepang. Peristiwa ini memicu pecahnya perang
di Asia Pasifik. Sama dengan medan tempur lainnya pada tahap awal perang, pihak
blok sentral memperoleh kemenangan, pada medan perang Asia Pasifik dalam tempo
kurang dari 5 bulan, Jepang dapat mengalahkan sekutu dan berhasil menguasai
seluruh Asia Tenggara.
Tahap-tahap
Perang
Jika ditinjau dari waktu berlangsungnya perang (1939 -1945), maka
jalannya Perang Dunia II dapat dibedakan dalam tiga tahap.
Ø Tahap
permulaan (1939-1942)
Pada tahap ini, negara-negara Sentral umumnya selalu menang di
berbagai medan pertempuran. Sebaliknya, negara-negara Sekutu hanya bertahan
atau kalah.
Ø Tahap titik balik (1942)
Tahap titik balik ditandai dengan:
1.
Kalahnya Jepang
dalam pertempuran di Laut Karang pada tanggal 4 Mei 1942.
2.
Jerman dipukul
mundur dalam pertempuran di El Alamien oleh Jenderal Montgomery pada tanggal 12
Oktober 1942.
3.
Jerman mulai
mendapat perlawanan dan kalah dalam pertempuran Stalingrad pada tanggal 19
November 1942, terhadap tentara Rusia yang dipimpin Jenderal Gregory Zhukov.
Ø Tahap
akhir (1943-1945)
Pada
tahap ini, negara-negara Sekutu mulai melakukan serangan atau pukulan yang
menentukan bagi kekalahan Blok Sentral. Beberapa pertempuran tersebut adalah
sebagai berikut :
Pada tahun 1944, langkah maju pasukan Rusia semakin tak dapat
dibendung lagi. Kota demi kota dapat direbut kembali. Bahkan, pada tanggal 24
Agustus 1944, Rumania menyerah kepada Rusia. Bulgaria menyerah kepada Rusia
pada tanggal 20 Oktober 1944. Sesudah itu, Rusia terus melancarkan serangan
sampai memasuki wilayah Jerman dan menggempur kota Berlin dari arah timur.
Dengan tulang punggung Amerika Serikat dan Inggris, Sekutu membentuk satuan
ekspedisi khusus yang disebut Allied Expeditionary Forces di bawah komando
Jenderal Eisenhower. Serangan ini didukung AD, AL, dan AU yang meliputi 10.000
pesawat tempur dan 4.000 kapal perang terus menyerang masuk wilayah Jerman.
Meskipun pasukan Jerman memberikan perlawanan sengit sampai akhir tahun 1944,
perlawanan itu tidak lagi membawa dampak besar. Kejayaan Jerman telah
pudar dan tinggal sisa-sisanya saja.
Pada awal tahun 1945, tidak ada lagi yang percaya bahwa Jerman akan
memenangkan perang. Sekutu telah mengepung seluruh perbatasan Jerman. Rakyat di
Jerman sendiri putus asa, sehingga kehidupan industri, ekonomi, tentara, dan
politiknya kacau balau. Pasukan Jerman hancur di medan selatan, timur, dan
barat pada awal tahun 1945. Di Front Timur, pasukan Rusia telah merebut
Warsawa, Krakow, dan Lozt pada pertengahan Januari 1945. Kemudian, pada awal
Februari 1945, di Front Barat, pasukan Inggris merebut Nijmegen. Pasukan
Amerika merebut Trier, Cologne dan menyeberangi lembah Ruhr. Pada bulan April
1945, pasukan Amerika dan Rusia telah bertemu di sepanjang Sungai Elbe. Tinggal
kota Berlin yang masih tetap bertahan. Sementara itu, angkatan udara Sekutu
terus menghujani kota-kota di Jerman untuk mendukung serangan pasukan infantri
di darat. Hitler yang putus asa melihat keadaan tersebut, pada tanggal 30 April
1945, melakukan bunuh diri. Tampuk kepemimpinan diserahkan kepada Laksamana
Doenitz. Meninggalnya Hitler serta menyerahnya pasukan Jerman di Austria tidak
membuat Laksamana Doenitz segera menyerah. Setelah seluruh Berlin diserbu oleh
pasukan Sekutu, Jenderal Doenitz menyerah tanpa syarat pada tanggal 7 Mei 1945
kepada Sekutu. Dengan penyerahan pasukan Jerman ini, Perang Dunia II di
Eropa berakhir.
Mulai tahun 1943, pertempuran di Asia-Pasifik memasuki titik balik
setelah terjadi pertempuran di Laut Karang (4 Mei 1942) dan di Guadalacanal (7
Agustus 1942 - 9 Februari 1943). Dalam pertempuran Sekutu menyusun taktik
serangan dari pulau satu ke pulau lain atau sistem katak loncat. Strategi ini
dipimpin oleh Jenderal Dauglas Mac Arthur dan Laksamana Chester Nimitz. Tentara
Jepang di Laut Karang dan Midway (7 Mei 1942) dihancurkan oleh Sekutu. Dan
Jepang mengalami kekalahan besar. Pada tanggal 17 Maret 1945, Iwojima direbut.
Menyusul kemudian, tanggal 21 Juni 1945, Okinawa direbut pasukan Amerika.
Walaupun angkatan udara Amerika Serikat telah mengebom kota-kota di Jepang,
tetapi Jepang tetap tidak menyerah. Oleh karena itu, pada tanggal 6 Agustus
1945 kota Hiroshima dibom atom. Karena Jepang tidak juga menyerah, maka pada tanggal 9
Agustus 1945, Kota Nagasaki dibom atom oleh Amerika Serikat untuk memaksanya menyerah. Akhirnya,
melalui pidato radio pada tanggal 14 Agustus 1945, Kaisar Hirohito menyatakan kesediaan Jepang
menyerah tanpa syarat kepada Sekutu.
2.4 PENGARUH PERANG DUNIA II BAGI INDONESIA
Keterlibatan Indonesia dalam Perang Dunia II diawali dengan
pendudukan Jepang pada tahun 1942. Sebagian wilayah Indonesia sebagai medan
perang antara militer Jepang dan militer Sekutu. Secara langsung maupun tak
langsung Indonesia merasakan dampak dari terjadinya Perang Dunia II. Dampak
secara langsung yaitu terjadinya kerusakan yang serius pada daerah yang
dijadikan medan perang. Rakyat Indonesia mengalami banyak kerugian jiwa dan
harta benda, serta mengalami trauma akibat terjadinya perang. Dukungan terhadap
kemerdekaan Indonesia. Secara tidak langsung semangat nasionalisme Jepang
mengilhami perjuangan kemerdekaan Indonesia. Pengaruh perang juga dapat
diperinci menjadi pengaruh positif dan pengaruh negatif. Pengaruh positif
antara lain:
Pertama, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Kalahnya Jepang terhadap militer sekutu
membawa dampak wilayah Indonesia sebagai
wilayah tak bertuan (Vacum Of Power atau kekosongan kekuasaan). Hal ini karena
militer Jepang yang ada di Indonesia tak mempunyai otoritas lagi, sedangkan
militer sekutu yang akan menggantikan militer Jepang belum mengambil alih
posisi Jepang. Kondisi Vacuum of Power dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pendiri
negara untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia lewat dibentuknya PPKI. Bahkan
Laksamana Maeda menyediakan rumahnya untuk merancang dan penandatanganan naskah
proklmasi kemerdekaan Indonesia. Walaupun kemerdekaan Indonesia bukan merupakan
pemberian pemerintah Jepang, tapi hasil perjuangan seluruh rakyat Indonesia.
Kedua, pelatihan militer untuk pemuda-pemuda Indonesia. Pada
tanggal 3 Oktober 1943 pemerintah pendudukan Jepang mendirikan Giyugun atau
PETA (Pembela Tanah Air), sebelumnya telah dibentuk Heiho. Anggota PETA banyak
dikirim ke medan perang di Pasifik untuk menghadapi militer Amerika Serikat.
Pada pertengahan tahun 1945 jumlah anggota PETA sebanyak 120.000 orang.
Organisasi PETA yang didirikan oleh Jepanng merupakan cikal bakal dari Tentara
Nasional Indonesia (TNI). Banyak pendiri TNI yang berasal dari didikan PETA,
antara lain Jenderal Sudirman dan Jenderal Suharto (Presiden RI ke-2). Ketiga,
Peninggalan peralatan militer dan infrastruktur perang yang digunakan oleh
Jepang dapat digunakan sebagai modal untuk mempertahankan kemrdekaan. Setelah Jepang menyerah terhadap sekutu, banyak
tangsi-tangsi dan peralatan militer Jepang yang dikuasai oleh pejuang
Indonesia.
Disamping dampak positif Perang Dunia II juga menimbulkan luka yang
teramat dalam pada rakyat Indonesia. Pertama, Romusha pengerahan tenaga kerja
secara paksa dengan kondisi yang sangat menyedihkan untuk membangun
infrastruktur perang Jepang. Kebanyakan Romusha berasal dari Pulau Jawa dan
dikirim ke Birma. Karena kondisinya yang sangat buruk banyak diantara romusha
yang meninggal dunia dan tidak dapat kembali ke kampung halamannya. Kedua,
banyak militer Jepang yang mengambil secara paksa makanan, pakaian, dan
perbekalan lainnya dari rakyat Indonesia secara paksa dan tanpa kompensasi.
Padahal dalam kondisi perang saat itu, Indonesia banyak yang kelaparan dan
menderita. Ketiga, terjadinya perbudakan wanita (Yugun Ianfu). Banyak wanita
muda Indonesia yang digunakan sebagai wanita penghibur bagi militer Jepang.
Keempat, eksploitasi sumber daya alam untuk keperluan perang Jepang.
2.5 DAMPAK PERANG DUNIA II BAGI DUNIA
Perang
Dunia II telah menyebabkan kerugian besar baik bagi negara yang terlibat perang
maupun tidak. Kerugian terbesar adalah membuat jutaan rakyat meninggal karena
keganasan perang, ekonomipun menjadi berantakan dan mengalami banyak kerugian
sehingga kelaparan dan kemiskinan tidak dapat lagi dihindarkan.
Perang
Dunia yang berlangsung antara tahun 1939 - 1945 menimbulkan akibat yang besar
di bidang Politik, Ekonomi, Sosial dan Kerohanian bagi Negara - Negara di
Dunia.
1.
Bidang Politik
Akibat
yang muncul di bidang Politik setelah Perang Dunia ke 2 berakhir seperti
berikut :
- Amerika Serikat ( U.S.A ) dan Rusia ( Uni Soviet ) sebagai pemenang dalam Perang Dunia ke 2, tumbuh menjadi Negara Raksasa ( Adikuasa ).
- Terjadinya perebutan pengaruh antara Amerika Serikat ( Blok Barat ) dan UniSoviet ( Blok Timur ) yang menimbulkan Perang Dingin.Jika keduanya berimbang terjadi keseimbangan kekuatan ( Balance of Power Policy ), walaupun perdamaian diliputi ketakutan.
- Nasionalisme di Asia berkobar dan timbul negara merdeka seperti Indonesia ( 17 Agustus 1945 ), Filipina ( 4 July 1946 ), India dan Pakistan Dominion ( 15 Agustus 1947 ) dan India merdeka Penuh ( 26 Januari 1950 ), Burma ( 4 Januari 1948 )dan Ceylon Dominion ( 4 Februari 1948 ).
- Munculnya Politik mencari kawan atau aliansi yang di bentuk berdasarkan kepentingan keamanan bersama, misalnya NATO ( North Atlantic Trinity Organization ), SEATO ( South East Asia Treaty Organization ), dan METO.
- Munculnya Politik memecah belah Negara, misalnya :
§ Jerman dibagi menjadi dua Negara yaitu, Jerman Barat ( Di kuasai Amerika
Serikat dan Sekutunya ) dan Jerman Timur ( di kuasai oleh Uni Soviet ).
§ Korea di bagi menjadi dua Negara, yaitu Korea Selatan dan Korea Utara.
§ Indo - Cina di bagi menjadi tiga negara yaitu, Laos, Kamboja, dan Indo-Cina
§ India di bagi menjadi dua Negara yaitu, India dan Pakistan.
2. Bidang Ekonomi
Perang Dunia 2 menghancurkan perekonomian negara - negara di dunia
kecuali Amerika Serikat. Amerika Serikat menjadi pusat kekayaan dan kreditur
dari seluruh Dunia. Dalam bidang ekonomi terjadi depresi yang sangat luas.
Pengangguran terjadi di mana-mana. Negara yang kalah perang kekurangan modal
untuk membangun kembali negaranya. Amerika Serikat menawarkan berbagai bantuan
program pembangunan (penanaman modal dan pinjaman modal). Berikut ini berbagai
bentuk bantuan ekonomi dari Amerika Serikat.
· Truman Doctrine yang diarahkan untuk membantu Turki dan Yunani.
·
Marshall Plan
diprogramkan untuk membangun kembali Eropa
·
Point Four Truman
diarahkan untuk bantuan bagi negara-negara yang masih terbelakang, terutama di
Asia.
·
Colombo Plan
yang disponsori Inggris ingin membentuk kerja sama ekonomi dan kebudayaan.
3. Bidang Sosial
Untuk
membantu penduduk yang menderita akibat korban dari Perang Dunia ke 2 PBB
membentuk URRA ( United Nations Rehabilitation Administration ). Tugas URRA di
antaranya sebagai berikut :
o
Memberi makan kepada orang - orang yang terlantar .
o
Mendirikan Rumah Sakit.
o
Mengurus pengungsi dan menyatukan dengan keluarganya.
o
Mengerjakan kembali tanah yang rusak.
4. Bidang Kerohanian
Penderitaan
yang ditimbulkan akibat dari Perang Dunia ke 2 menyadarkan manusia akan akibat
buruk nya Perang. Penduduk Dunia menyadari perlunya lembaga yang dapat menjaga
perdamaian Dunia setelah Liga Bangsa - Bangsa ( LBB ) dibubarkan.
Pada tanggal 24 Oktober 1945 didirikan Perserikatan Bangsa - Bangsa ( PBB ) atau United
Nations Organization ( UNO ). Lembaga ini diharapkan dapat menjaga Perdamaian
Dunia.
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Perang Dunia
II berlangsung selama tahun 1936-1945 dan merupakan perang terbesar sepanjang
sejarah kehidupan manusia. Perang ini melibatkan banyak sekali negara di dunia, Perang ini
merupakan perang terluas dalam sejarah yang melibatkan lebih dari 100 juta
orang di berbagai pasukan militer. Peristiwa perang dunia II terjadi karena adanya
kecenderungan atau suatu paham fasisme yang berkembang di Eropa, keadaan
politik internasional menjelang Perang Dunia II menyerupai keadaan tahun 1906-1914
sebelum Perang Dunia I. Perang Dunia II telah menyebabkan kerugian besar baik
bagi negara yang terlibat perang maupun tidak. Kerugian terbesar adalah Perang
ini memakan korban jiwa sebanyak 50 juta sampai 70 juta
jiwa. Jumlah kematian ini menjadikan Perang Dunia II konflik
paling mematikan sepanjang sejarah
umat manusia, ekonomipun menjadi berantakan dan mengalami banyak kerugian
sehingga kelaparan dan kemiskinan tidak dapat lagi dihindarkan. Namun demikian,
Perang Dunia II ini juga berpengaruh terhadap ekonomi, sosial, maupun politik.
Pengaruh yang dibawa oleh PD II ini ada
yang bersifat positif dan juga negatif. Dampak positifnya yaitu, Perang Dunia
II juga berpengaruh terhadap Negara Indonesia yaitu berakhirnya imperialisme
Belanda dan Jepang di Indonesia, karena pada saat itu Negara Indonesia
mengalami Vacuum of Power sehingga Para tokoh Indonesia dapat segera
memproklamasikan Negara Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.
3.2 Saran
Perang Dunia II telah menelan jutaan korban jiwa dan telah mengubah
dunia, baik pada bidang ekonomi, sosial, maupun politik. Lebih baik jika kita
mengambil hikmah dari peristiwa ini dan selalu menjaga kedamaian antar sesama agar
peristiwa ini tidak terulang kembali.
DAFTAR
PUSTAKA
o
http://Jalal34.wordpress.com/2012/10/07/inggris-dan-perang-dunia-ii/
o http://Ivanfadillahfernandez.com/2012/12/09/tugas-makalah-ips-bab-perang-dunia-ke-2/
o
http://Ips-abi.blogspot.in/2013/07/perang-dunia-ii-tahun-1939-1945.html/?m=1
o http://Ihsan07.wordpress.com/2013/07/02/pengaruh-perang-dunia-2-terhadap-indonesia/
o http://Shintyamarliani.blogspot.in/2012.10/dampak-perang-dunia-ii.html?m=1
yes
BalasHapus